Daftar Blog Saya

Kamis, 25 November 2010


NALAR KEBEBASAN INFORMASI

            Tumbuhnya ragam jurnalistik tidak lepas dari kebebasan informasi,dalam suatu Negara yang menjalankan politik otoritarisme,pers tidak memiliki kebebasan menyampaikan informasi,karna Negara beranggapan akan mengancam kelangsungan kekuasaan (status quo).
            Masyarakat dirugikan karena hak atas informasi menjadi terbatas.kurang nya informasi sama dengan minimnya pengetahuan,pertanyaanya yani mungkinkah dalam kondisi kekurangan pengetahuan ,masyarakat mampu meningkatkan kretifitas yang inovatif?Bagaimana dengan media massa?dalam kebebasan ekspresi banyak fungsi media massa dalam keterbatasan ekspresi banyak fungsi media yang tidak berjalan secara optimal.
·        Pertama,fungsi peringatan (warning),media mempunyai fungsi mengingatkan masyarakat
·        Kedua Fungsi Agenda setting,media harus mampu membantu masyarakat dalam merumuskan hal-hal penting  yang perlu diperjuangkan.
·        Ketiga Fungsi kepuasan (gratification),keterbatasan ekspresi mengakibatkan media massa cenderung monoton dan mangakibatkan kejenuhan.
·        Keempat,fungsi kontrol sosial,keterbatasan ekspresi mengakibatkan media massa tidak dapat membatu masyarakat dalam mengontrol masyarakat.
Demokrasi merupakan merupakan hal penting dalam kehidupan media massa.Gerakan Reformasi tahun 1989 memberi hikmah ,yakni terbukanya koridor otoriter menuju kebebasan pers.
            Anas Syahrul alimi,menganggap bahwa kebebasan pers yang diberikan paska orde baru menumbuhkan dua kemungkinan.Pertama,kebebasan itu baru menjadi jalan pembuka bagi demokratisasi karena setiap anggota masyarakat diperbolehkan menyampaikan aspirasi dan gagasan yang bebas.Kedua,kebebasan itu sering kali dijadikan sebagai alat mobilisasi opni masyarakat atas suatu fakta.

B.NALAR KONTRA KEBEBASAN PERS

            Faktor yang mneyebabkan resistensi terhadap kebebasan pers,yaitu factor cultural,factor ketidak siapan pers,factor godaan pada selera pasar,dan factor keterbatasan teknis atau keterbatasan inovasi.
Ukuran profesionalitas kerja jurnalistik dapat kita temukan dari kode etik jurnalistik yang memajukan tekad dalam mempraktikan idealisme jurnalistik.
            Kebebasan informasi pastilah di ikuti dengan tumbuhnnya minat yang makin beragam dari khalayak.apakah kebutuhan yang makin beragam itu sudah di antisipasi oleh mekanisme kerja jurnalistik?Tradisi kerja jurnalistik yang ada selama ini,yaitu dalam hal memilih objek berita dan dalam hal cara meliputnya.

by :ahmad husain
kutipan dari :buku nalar jurnalistik,Redi Panuju

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan anda masukan komentar demi perbaikan blog ini